Z'TAFAK ADVENTURE
Sunday, April 21, 2019
Tuesday, March 27, 2018
OPSIH GUNUNG GEDE
Hampir 1 Ton Sampah Berhasil Dikeluarkan Dari Gunung Gede Pangrango
17 Agustus 2017 Kirim Teman
Cibodas, 17 Agustus 2017. Bertepatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke – 72, Balai Besar TNGGP berpartisipasi mendukung kegiatan “Sapu Jagat Gunung Serentak” Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan melaksanakan Kegiatan “Operasi Bersih Gunung Tahun 2017 Kerja Bersama 72 Indonesia Merdeka” dengan mengusung tema “Kami Siap Kerja Bersama Membersihkan Gunung Gede Pangrango”. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 15 sampai 17 Agustus 2017.
Tujuan dari kegiatan ini, yaitu membersihkan sampah pada jalur pendakian; meningkatkan partisipasi kesadaran pendaki yang berwawasan lingkungan; serta meningkatkan kecintaan pada bangsa dan negara melalui efektivitas masyarakat peduli kepada lingkungan.
Kegiatan ini didukung oleh mitra eksternal, seperti TNI dan kepolisian dari 3 kabupaten (Cianjur, Sukabumi, dan Bogor); mitra internal antara lain, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Masyarakat Peduli Api (MPA); Volunteer (Montana, GPO, Panthera, Evergreen, Tepala, PAL, Eagle, Vanaprastha, PKBM Umi Kulsum, Cantigi, dan relawan dari SMKN 1 Sukabumi); masyarakat (Karang Taruna Desa Perbawati dan Desa Karawang Kecamatan Sukabumi, serta masyarakat lainnya di sekitar kawasan TNGGP). Jumlah personil sekitar 200 orang. Hari Selasa, 15 Agustus 2017 tim Advance sudah mulai naik dari pintu masuk Cibodas (20 orang), pintu masuk Gunung Putri (20 orang), dan pintu masuk Selabintana (10 orang).
Hari kedua, Rabu, 16 Agustus 2017 Acara Ceremonial Pelepasan Tim Operasi Bersih oleh Plt. Kepala Balai TNGGP di pintu masuk Cibodas. Pada sambutannya, beliau memberikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan aksi bersih sampah ini karena sampah merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi dalam pengelolaan lingkungan hidup dan salah satunya di TNGGP karena adanya aktivitas pendakian. Selain itu beliau menyampaikan, “Agar peserta kegiatan operasi bersih dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan menjaga kondisi kesehatan tubuh”. Peserta aksi bersih gunung diikuti dari pintu Gunung Putri dan Selabintana.
Aksi bersih dilaksanakan sepanjang jalur pendakian mulai dari pintu masuk (Cibodas, Gunung Putri dan Selabintana) sampai puncak gunung. Kelompok Opsih dibagi per pintu masuk pendakian, masing-masing jalur dibagi per blok/ lokasi operasi. Operasi sampah dimulai dari puncak menyisir jalur ke arah bawah, sampah yang dikumpul dimasukantrashbag dan dibawa dengan menggunakan karung.
Hari ketiga, Kamis 17 Agustus 2017 sampah berhasil diturunkan dari ketiga pintu, yaitu:
Jalur Cibodas: Puncak Pangrango, Kandang Badak, Kandang Batu, Air Panas, Panca Weleuh, dan Rawa Denok, sampah yang dikeluarkan sebanyak 346 kg;Jalur Gunung Putri: Puncak Gede, Alun-alun Barat, Pos Alun-alun Timur, Puncak Gumuruh/ terowongan (jalur ziarah), semak-semak Alun-alun Surya Kencana, Pos Simpang Maleber, Pos Buntut Lutung, Pos Legok Leunca, Pos Inf. Lama, dan tanah merah, sampah yang dikeluarkan sebanyak 492 kg; danJalur Selabintana: Gegeber, Cileutik, dan Alun-alun Barat (arah Sukabumi), sampah yang dikeluarkan sebanyak 74 kg.
Total sampah yang berhasil dikeluarkan dari Gunung Gede Pangrango seberat 912 Kg, paling banyak berasal dari pintu Gunung Putri, diikuti dari pintu Cibodas dan pintu Selabintana. Sampah ini selanjutnya akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Cianjur dan TPA Kabupaten Sukabumi.
Bagaimana halnya apabila sampah anorganik ini tidak dikeluarkan dari Gunung Gede Pangrango? Sampah membutuhkan waktu penguraian yang cukup lama. Dari beberapa literatur dapat diketahui bahwa waktu penguraian sampah anorganik bisa mencapai 10 tahun bahkan lebih. Sebagai contoh plastik dan kaleng soft drink membutuhkan waktu sampai 100 tahun sedangkan sterofoammembutuhkan waktu lebih dari 500 tahun untuk terurai sempurna. Sampah juga merupakan sumber polusi air, tanah, dan udara yang akan mempengaruhi ekosistem dan kelestarian SDA.
Volume sampah akan terus meningkat apabila para pendaki belum sadar terhadap lingkungan. “Gunung Bukan Tempat Sampah” jadi bagaimana seharusnya pengelolaan pendakian yang terbebas dari sampah? Ini yang menjadi “PR” bersama. Balai Besar TNGGP dalam pengelolaan pendakian sudah melakukan langkah-langkah mengatasi masalah sampah ini melalui penyuluhan oleh petugas pada pintu masuk pendakian, pemeriksaan barang bawaan pada saat masuk dan pintu ke luar pendakian, pemasangan papan peringatan sampah, operasi bersih gunung yang rutin dilakukan setidaknya dua kali dalam setahun yaitu pada akhir Maret (setelah penutupan pendakian Bulan Januari sampai Maret) dan pada saat penutupan pendakian Bulan Agustus dalam rangka pemulihan ekosistem.
Sumber: Balai Besar TNGGP
Saturday, March 10, 2018
Sebelum Sok-sok’an Mau Mendaki Gunung Gede, Ada 8 Fakta Ini yang Harus Kamu Ketahui!
Sebelum Sok-sok’an Mau Mendaki Gunung Gede, Ada 8 Fakta Ini yang Harus Kamu Ketahui!
Hampir semua pendaki pasti tahu tentang Gunung Gede. Gunung Gede masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini memang identik dengan gunung untuk para pendaki pemula. Alasannya tentu saja karena jalur yang bersahabat dan diharapkan tidak membuat “kaget” para pendaki-pendaki muda.
1. Gunung Gede memiliki tiga jalur pendakian yang harus dilalui dengan penuh kehati-hatian

2. Menerapkan sistem booking online, akan memudahkanmu dalam proses sebelum ataupun sesudah pendakian

3. Penutupan jalur pendakian dilakukan secara rutin dalam setahun, demi keseimbangan ekosistem lingkungan

4. Nasi Uduk akan mudah dijumpai oleh pendaki saat mendaki di akhir pekan. Wah, kabar bagus nih!

5. Jalur Cibodas, surganya jalur pendakian bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di sana

6. Selabintana, jalur terpanjang dan yang paling melelahkan. Untuk itu, persiapan mental dan fisikmu harus maksimal!

7. Kamu akan menemui hamparan padang Edelweiss di Alun-alun Suryakencana yang sangat indah. Tapi, please jangan kotori dengan sampah!

8. Yang terbaru, pelarangan membawa botol air minum kemasan dan tisu basah dalam kawasan pendakian

Monday, April 3, 2017
Sunday, April 2, 2017
Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango
INFORMASI GUNUNG GEDE PANGRANGO
Nama: Gunung Gede dan Gunung Pangrango
Ketinggian: Gunung Gede (2.958 mdpl), Gunung Pangrango (3.019 mdpl)
Lokasi: Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Letusan terakhir:
Pengelola: Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)
Alamat: Jl. Raya Cibodas, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat 43253, Indonesia
Telp/fax : +62 263 512776
Tel/Fax: +62-263-519415 [booking]
Email: info@gedepangrango.org [office] | booking@gedepangrango.org [booking]
Facebook : http://www.facebook.com/bbtngedepangrango
Yotube :
Website: http://gedepangrango.org
Spot alam: alun-alun/sabana, kawah, air panas, air terjun, telaga
Sumber air: telga biru, air panas, alun-alun surya kencana
Flora: 68 spesies tumbuhan pegunungan, 870 spesies tumbuhan berbunga dan 150 spesies paku-pakuan,
Fauna:
Owa jawa (Hylobates moloch), lutung surili (Presbytis comata), anjing ajag (Cuon alpinus), macan tutul (Panthera pardus), biul slentek Melogale orientalis, sejenis celurut gunung Crocidura orientalis, kelelawar Glischropus javanus dan Otomops formosus, sejenis bajing terbang Hylopetes bartelsi, dua jenis tikus Kadarsanomys sodyi dan Pithecheir melanurus. Beberapa jenis burung. Monyet kra (Macaca fascicularis), lutung budeng (Trachypithecus auratus), teledu sigung (Mydaus javanensis), tupai akar (Tupaia glis), tupai kekes (T. javanica), tikus babi (Hylomys suillus), jelarang hitam (Ratufa bicolor), bajing-tanah bergaris-tiga (Lariscus insignis), pelanduk jawa (Tragulus javanicus) dan lain-lain
Cagar Biosfer Cibodas
Program Adopsi Pohon
Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol
Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Owa Jawa
Suaka Elang, Pusat Pendidikan dan Konservasi Elang
Telaga Biru: Danau kecil yang selalu tampak biru diterpa sinar matahari, karena ditutupi oleh ganggang biru.
Air terjun Cibeureum: Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 50 meter. Lokasinya sekitar 2km dari pintu masuk Gunung Gede-Pangrango Cibodas
Air Panas: Air panas ini adalah air dari aliran gunung Gede Pangrango. Letakknya di tengah perjalanan naik sekitar 5km perjalanan saat mendaki Gunung Gede Pangrango.
Kandang Batu dan Kandang Badak: Lokasi berkemah atau camping hanya saja lokasinya tinggi hampir sampai puncak Gunung Gede
Alun-alun Suryakencana: Alun-alun pada pendakian
Puncak: G. Gede (puncak Gede ), G. Pangrango (Mandalawangi)
Sumber air: Alun-alun Surya Kencana
Jalur pendakian:
Kismis (kisah misteri):
-
Pendakian Gede Pangrango via jalur Gunung Putri adalah pendakian dengan jalur berat. Hampir di setiap trek adalah jalur menanjak dan sedik...
